Jumat, 2007 Agustus 24

Good business

Good business,
untuk pertama kalinya setelah sebelas tahun, perusahaan tempatku kerja membeli mesin yang beroperasi di wilayah atomik. hari itu kamis 23 july adalah kali pertama preventive maintenance yang dilakukan oleh teknisi dari negeri singa.

PM kali ini gratsi karena masih masuk garansi, tapi next aku harus apply Service Contract yang nilainya 5000USD/th. dengan service kontrak perusahaan akan dapat 2 x kunjungan terjadwal dan satu kali sesuai kebutuhan. disamping itu juga kan mendapatkan discount dan prioritas untuk pembelian spare part apapun.

5000 USD/th bagi perusahaan saat ini adalah nilai yang lumayan, apalagi belum pernah terprediksi sebelumnya bahwa perusahaan harus membayar fee setiap tahun untuk mendapatkan layanan yang lebih.

mesin2 yang ada selama ini bisa dimantenance sendiri oleh teknisi internal, kalopun ada maintenace oleh pihak luar tidak mensyaratkan service contract. atau kita beli part dan ganti sendiri.

bagi perusahaan yang tidak mengambil service kontrak, akan ditempatkan pada prioritas yang ke sekian dan tidak mendapatkan discount untuk spare part. fee untuk setiap maintenace pun nilainya lebih besar.

perusahaan mau tak mau harus memilih entah service contract atau service lepas, karena maintenace tersebut berkaitan dengan kalibrasi mesin. perusahaan wajib selalu setia dalam ikatan dengan pihak pembuat mesin atau melalui agennya.

bagi pembuat mesin/suplier mendapatkan satu konsumen berarti kepastian order dalam jangka yang boleh jadi berkelanjutan.

it's good business.

makna....
( buatlah konsumen secara tidak sadar terikat sama kita bila perlu mereka rela membayar fee di depan ).

m. mualimin/24072007

Selasa, 2007 Agustus 21

NIkmat Mata, Hati dan Telinga

Nikmat Mata, Hati, Telinga

Allah SWT menciptakan manusia serta membekalinya dengan nikmat berupa mata, hati dan telinga. Nikmat tersebut harus digunakan dalam rangka taqorrub ilallah.karena barang siapa yang bersyukur dengan menggunakan nikmat tersebut maka balasannya adalah Jannah, namun barang siapa yang kufur maka siksa Allah amat pedih. naudzubilllah

berikut beberapa ayat-ayat Al Quran tentang nikmat tersebut.
32. As Sajdah
9. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.

16. An Nahl
78. Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.

67. Al Mulk
23. Katakanlah: "Dia-lah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati." (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.

7. Al A'raaf
179. Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

Wassalam/210807

Adab Mukmin Terhadap yang Sakit

Adab seorang mukmin terhadap yang sakit.

1. Menjenguk.
Hadist Nabi SAW, artinya: Hak muslim thd muslim lainnya ada enam; ….dan apabila sakit maka jenguklah. (HR Bukhori Muslim).
Yang dilakukan ketika menjenguk:
a. Mendo’akannya
Hadist Nabi SAW; artinya: Tidak apa-apa, ini mensucikan dari dosa, insyaAllah. (HR Bukhori)
b. Memberi Nasehat
c. Mengucapkan Kata-kata menghibur
d. Meringankan kunjungan

2. Membangkitkan semangatnya.
3. Minta dido’akan oleh yang sakit.
4. Mendampingi yang sakit
Syarat pendamping:
a. Yang kenal sifat-sifatnya
b. Yang akrab
c. Yang Taqwa

5. Diberikan air minum
6. Dihadapkan Qiblat
7. Ditalqin dengan kalimat toyyibah
Hadist Nabi SAW, artinya: Talqinkanlah orang yang menghadapi kematian diantara kamu dg Laa ilaaha illallahu (HR. Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud).

8. Berdo’a dan mengucapkan Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rojiun
QS. Al Baqoroh:156, artinya: yaitu orang-orang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun.


Wassalam/m. mualimin/25082006.

Etika Terhadap Allah

Materi Khutbah Jum'at
Judul : Etika Terhadap Allah:
o 1. Merasa sok tahu. Allah maha tahu, tiada yang diketahui oleh manusia tanpa seijinnya. (2:32).
o 2. Keinginan untuk melihat “dzat” Allah. (7:143).
o 3. (Meminta/Memaksakan keinginan kita). Hanya Allah yang Maha Mengetahui Hakikatnya. (11:45-47), (26:51).
o 4. Menyebut Insya Allah. (18:24)
o 5. Bersyukur Atas segala nikmat dan karunia Allah. (27:19)

2. Al Baqarah
32. Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana[35]."

7. Al A'raaf
143. Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: "Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau." Tuhan berfirman: "Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku." Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu[565], dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman."
[565]. Para mufassirin ada yang mengartikan yang nampak oleh gunung itu ialah kebesaran dan kekuasaan Allah, dan ada pula yang menafsirkan bahwa yang nampak itu hanyalah cahaya Allah. Bagaimanapun juga nampaknya Tuhan itu bukanlah nampak makhluk, hanyalah nampak yang sesuai sifat-sifat Tuhan yang tidak dapat diukur dengan ukuran manusia.

11. Huud
45. Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya."
47. Nuh berkata: Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakekat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi."

18. Al Kahfi
24. kecuali (dengan menyebut): "Insya Allah"[879]. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini."

20. Thaahaa
12. Sesungguhnya Aku inilah Tuhanmu, maka tanggalkanlah kedua terompahmu; sesungguhnya kamu berada dilembah yang suci, Thuwa.
84. Berkata, Musa: "Itulah mereka sedang menyusuli aku dan aku bersegera kepada-Mu. Ya Tuhanku, agar supaya Engkau ridha (kepadaku)."

26. Asy Syu'araa'
51. sesungguhnya kami amat menginginkan bahwa Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami, karena kami adalah orang-orang yang pertama-tama beriman."

27. An Naml
19. maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh."

Rabu, 2007 Agustus 08

Sudut pandang

Sudut Pandang

“…Kamu lebih tahu urusan duniamu…” demikian kutipan makna sebuah hadist dari Rosulullah SAW.

Satu hal yang sering membingungkan calon pengusaha adalah ketika penentuan, berapakah upah atau gaji yang harus saya bayarkan?
Secara umum orang sepakat mengikuti aturan pemerintah (UMR), tidak semua pengusaha sanggup mengikuti ketentuan tersebut. Apakah dengan demikian usaha harus terhenti? Sementara usaha tersebut profitable.

Dalam hal ini tergantung cara pandang kita, kalo kita bandingkan dg sudut pandang UMR tentunya gaji yang dibawah UMR adalah kecil, sebagian orang menganggap tidak manusiawi.
Kalo kita lihat dari sudut pandang “dari pada tidak bekerja alias nol penghasilan “ tentu jauh lebih baik. Sepanjang kedua belah pihak, pengusaha dan buruh sepakat dg gaji dan kondisinya maka tidak ada yang perlu dikawatirkan.
Yang harus jadi perhatian adalah kalo usaha kita maju tentu seharusnya kita berikan gaji yang lebih buat karyawan kita, bila perlu diatas UMR. Bukankah karyawan asset ? dan boleh jadi besarnya usaha kita sebagian atas doa mereka juga.

Yang terakhir “bayarlah upah buruh sebelum kering keringatnya”, membayar upah tepat waktu.

wassalam