Resep Sukses TDA sebagaimana disampaikan Founder Pak Roni,
Ini adalah The Ultimate Success Formula di TDA.
Seluruh member, baik yang baru mau pun senior, baik yang baru mulai bisnis
atau sudah mapan, diharapkan agar selalu mengacu kepada RBDSAP ini.
Seperti yang saya lakukan selama ini, setiap mendapat pertanyaan atau
keluhan dari member, saya selalu mengacu kepada 6 kunci dari TDA Success
Formula ini.
Sekali lagi, ke 6 Success Formula itu adalah:
R eason (alasan yang kuat)
B elief (keyakinan diri yang positif dan mendukung)
D reams (impian yang tinggi dan jelas)
S trategy (terkait dengan penguasaan ilmu how to)
A ction (sudah pasti, tanpa action, nothing happen)
P ray (doa, sikap pasrah, ikhlas, bersyukur dan bersandar kepada kekuatan
Allah).
Bagi member yang masih mengalami masalah dalam bisnisnya, dengan mengacu
kepada RBDSAP ini akan dengan mudah mengetahui di mana letak kelemahannya
dan segera mencari solusinya.
Daftar Referensi Buku Wajib Member TDA:
Adam Khoo: Master Your Mind, Design Your Destiny, Secrets of Selfmade
Millionaire
Brad Sugars: Seri Instant Business, Billionaire in Training
Erbe Sentanu: Quantum Ikhlas
Anthony Robbins: Unleash The Power Within, Awaken The Giant Within
The Secret (DVD dan Buku): Rhonda Byrne
Attractor Factor: Joe Vitale
Meet and Grow Rich: Joe Vitale (untuk mastermind)
Robert Kiyosaki: Richdad Series
Robert Allen, Mark V Hansen: One Minute Millionaire
Michael Masterson: Seven Years to Seven Figures
Roger Hamilton: Wink and Grow Rich, Your Life Your Legacy
Stephen Covey: The Seven Habits of Highly Effective People, First Thing
First, The 8th Habit
--
Wassalam,
Badroni Yuzirman, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA
0812 100 8164
Bisnis: www.manetvision. com
Personal Blog: www.roniyuzirman. com
Personal Email: roni@manetvision. com
YM! roniyuzirman
Jumat, 2008 Februari 22
Resep Sukses TDA
Jumat, 2008 Januari 18
Visi Marketing Bersama Germany
Visi marketing bersama seorang marketing/technical support warga negara jerman.
January 2008.
Adalah pengalaman pertama kunjungan ke customer untuk memperkenalkan diri, product dan menggali informasi teknis tentang product yg telah konsumen gunakan.
Perjalan diawali dari sebuah hotel di Jakarta, menuju 2 buah perusahaan di jakarta kemudian sebuah lagi di Tangerang.
Resume Hasil kunjungan dilihat dari cara memasarkan dan penguasaan product adalah sebagai berikut:
1. Silaturrahmi, Kunjungan dan Saling mengenal adalah kunci awal.
2. Penguasaan secara komprehensif akan product yang dibawa.
3. Pengalaman Pribadi ataupun konsumen lain yg telah memakai product kita, pengalaman pribadi memilki nilai tambah tersendiri.
4. Memiliki info2 terkini dibidang teknik.
5. Kemauan kita untuk berbagi info2 terkini ke pihak lain.
6. Mengetahui apa keinginan, kecenderungan konsumen dalam memakai product.
7. Tidak memaksakan, mengarahakan konsumen untuk berganti produk yang spesifikasinya telah digunakan dan disukai konsumen.
8. Memberikan pujian pada konsumen jika cara2, metode yang digunakan dalam aplikasi produk yg selama ini dipakai telah sesuai dengan standar.
9. Menjelaskan bahwa dengan spec yang sama produk kita lebih ekonomis disamping tentunya Safety, Quality dan Delivery is nomer 1.
9. Hanya menawarkan konsumen untuk melakukan trial pada produk kita yang specnya sesuai dengan spec produk yang selama ini mereka sukai, dipakai.
10. Menawarkan kompensasi bila produk kita lebih buruk dari produk yg selama ini konsumen telah pakai ?.
11. Memberikan saran akan hal2 lain walaupun tidak lansung berkaitan dg produk (bila kita mampu).
Disisi lain tentunya banyak hal2 berkaitan dg teknis produk yang bisa ku dapat dari kunjungan bersamanya.
Wassalam
Jumat, 2008 Januari 11
My 2008 Bisnis
Stockist BAE
Bisnis ku di 2008,
Tak disangka dan Tanpa perencanaan tiba2 aku punya usaha stockist. tepatnya usaha yang salah satu investornya adalah aku.
Tak disangka karena tak pernah terbayang aku akan buka stockist sebuat usaha dibidang MLM. MLM sendiri aku tak paham dan ada sikap pribadi yg cenderung menutup diri terhadap tawaran MLM.
Bermula dari silaturrahmi ke ruko rekan di ruko perumnas BTJ Karawang yang kebetulan aku pernah menitipkan produk suplemen non MLM VCO dan Spirulina. kebetulan sedang ada presentasi tentang MLM BAE, mau tak mau ikut mendengarkan walaupun ogah2an. seringkali keluar masuk ruangan presentasi karena sikap pribadi tsb yang sebenarnya tidak beralasan.
Beberapa bulan kemudian setelah presentasi tepatnya September 18, 2007., Pak kaspin datang kerumah menawarkan keanggotaan MLM, beliau adalah orang yang paham betul di berbagai macam MLM, karena perasaan tidak enak akhirnya saya bergabung dengan membayar keanggotaan saja tanpa beli produk. sebelum pulang beliau menawarkan peluang untuk menjadi stockist, tanpa pikir panjang saya katakan aku ikut andil. dalam pikiranku saat itu stockist adalah macem agen tunggal/distributor yang mendapakan keuntungan dari selisih harga/diskon, peluang tidak datang dua kali!!.
Dua bulan berlalu tanpa ada aktifitasku yang berkaitan dg MLM BAE, hingga suatu hari di bulan Desember (entah tgl Berapa) saya ketemu pak Kaspin dan menanyakan tentang stockist BAE, rupanya pak Kaspin telah memfollow up kesanggupan saya ke member yang lain, insyaAllah bulan ini stockist akan dimulai! kata belaiu.
Jadilah bulan Desember itu ada kesibukan koordinasi pengumpulan modal dan konsep stockist BAE dengan catatan aku tak paham sama sekali tentang MLM. Aku sih ngikut aja dengan asumsi awalku tentang stockist BAE, sembari membuka diri untuk belajar tentang MLM.
dilanjut.....24 jan 2008
pertimbanganku untuk memcari arsip tgl tepatnya kejadian demi kejadian tidak kesampaian, karena kesibukan di stockist yang makin memerlukan pemikiran.
ya sudahlah aku lanjutkan kisahnya dari pada ditunda terus...toh setiap saat aku bisa edit tanggal kalau pass tiba2 inget.
Tanpa rencana ?
Ada benarnya tapi tidak seratus persen, betul...aku tidak pernah merencanakan untuk bisnis MLM apalagi punya stockist. yang ada adalah keinginan untuk punya toko kelontong ataupun garment.
entah ditahun 2006 or 2007 (nanti diedit) seorang rekan kerja yang dari Jogja menawarkan Jualan VCO yang saat itu lagi Tren. aku ambil kesempatan itu dan menawarkannya pada rekan kerja yang lain, keluarga termasuk tetangga.
sejumlah 10 botol VCO yang dibawa rekan kerja sampai saat ini belum kembali apalagi dibayar. pernah juga menggelar dagangan di halaman masjid aljihad di karawang pada suatu event, dari sinilah kemudian seorang teman dari rawamerta mau menjadi reseller dan berhasil menjual 10 btl dalam waktu kira2 3 bulan dan saya ketemu pak kaspin yang membuka praktek terapi di lantai dasar mesjid tersebut sembari menyampaikan rencana menitipkan beberapa botol VCO di tempat prakteknya.
Jualan VCO mandek tak ada perkembangan.
Tahun 2007 entah bulan apa, seorang rekanita kerja menawarkan suplemen spirulina aku membeli beberapa botol untuk dikonsumsi sendiri dan diberikan ke mertua. hasilnya alhamduliilah badanku lebih fit nggak gampang lelah begitu juga pendapat mertua. jadilah aku membeli lagi lebih banyak dengan maksud untuk dijual kembali. salah satu yang aku titipin adalah klinik pak kaspin yang kebetulan sudah pindah di perumahan perumnas BTJ karawang.
VCO dan spirulina inilah "keywords"nya untuk terus menjaga silaturrahmi dan terus bergerak hingga sampai ke stockist BAE.
Kalau aku ingat bagaimana perjuangan Siti Hajar Mondar Mandir antara bukit sofa dan marwah untuk mencari air bagi bayi Ismail putra Nabi Ibrahim, adalah ibrah bahwa kewajiban kita adalah terus berusaha, bergerak...Hasilnya Allah yang akan memberi.
inilah beberapa hal yang menginspirasikan
Meminjam istilah temen2 di TDA ...Teruslah Bergerak untuk dapat Bertahan...., Take Action ...Miracle happen...
Meminjam istilah pak purdie...nyebur aja....
Falsafah Air ..ngalir aja, ada batu belok ...
kini sebagian waktuku harus ku curahkan untuk stockist BAE, mudah2an Allah meidhoi, memberikan kemudahan kemajuan dan bisa membantu memberikan lapangan kerja buat yang lain. amin
wassalam
24 Jan 2008
Kamis, 2007 Desember 13
usaha recehan
sharing saja,
kebetulan tetangga membuat dan menawarkan susu kedelai
jadilah saya bawa ke kantor nitip di koperasi
kemarin sukses 10 bungkus harga jual @ 1500
hari ini coba 20 bungkus.
.. o ya kemarin gratis 1 bungkus dan hari ini 2 bungkus
hasilnya lumayan
keuntungan kemarin pas mertua datang bisa untuk traktir gorengan keliling
bedanya...
setelah ikut tda..
kok rasanya saya makin tidak terlalu takut resign
apakah ini normal ..? atau berlebihan ?
padahal cuman hasil 3000 perak lho.
wassalam
Selasa, 2007 Desember 04
rencana bisnis
rencana bisnis tenda pameran dan pramuka
hari ini, 4 dec 2007 ku kirim email ke saudara di bandung yang kebetulan punya industri pembuatan tenda. beberapa waktu yang lalu mereka pernah manawariku untuk jadi agen.
isi email mengenai rencanaku untuk mulai bisnis tenda dengan fokus pameran dan pramuka. ku rencanakan untuk menawarkan ke kantor2 dan sekolah. aku meminta juga bagaimana harga jual dan bimbingan selanjutnya.
click...send...email terkirim.
tak lama kemudian, di otakku bersliweran ide2 untuk menawarkan ke berbagai pihak bahkan diversifikasinya. aku merasa perlu menuliskan sliweran pikiran itu sehingga suatu saat nanti bisa jadi ide untuk pengembangan usaha. karena pasti ide2 yang sliweran hari ini entah esok atau lusa apalagi beberapa bulan, tahun yang akan datang pasti sudah tak ingat.
rencana untuk menawarkan antara lain:
1. Guru2 sekolah tempat anakku
2. Rekan Guru2 sekolah yg selama ini ku kenal di organisasi, masjid maupun partai.
3. Temen2 kuliah baik yang saat ini kerja di KIIC maupun lainnya.
4. Manager pabrik di kawasan KIIC dan lainnya, atau melalui Pak Odih.
5. Temen2 di TDA'ers group.
6. Orang2 yang kaya/punya lahan.
7. Panitia bencana alam di desa
8. Partai
9. Ke tukang jualan di masjid
10. Ke tukang sewa tenda
11. pameran di Mall (mega M)
cara menawarkan:
1. Untuk kegiatan kemah di sekolah
2. Untuk punya2an bagi orang kaya
3. Untuk disewakan.
4. Untuk disumbangkan oleh pabrik ke masyarakat
5. Untuk aksi sosial/bencana
6. Untuk promosi
diversifikasi:
1. Menyewakan tenda untuk keluarga yg suka bacaain Surat Yasin di atas uburan keluarganya yg baru meninggal
2. Menyewakan untuk kepentingan umum.
3. membuat tenda2 mini untuk hiasan di rumah
inilah sementara yg bersliweran.
Ya Allah berilah aku hidayah dalam melaksanakan sliweran rencana itu.
Jadikanlah itu wasilah untuk mendekatkan diri padaMU.
Membuka lapangan kerja buat yang lain.
Membuka peluang untuk memperbanyak infaq dan sodakoh.
Untuk menjeput rejekiMU dari 9 pintuMU.
...menjadi pengusaha yg jujur dan mandiri.
amin..amin...amin
Senin, 2007 November 26
Oleh2 Silaturrahim Akhir Pekan
Silaturrahim Akhir Pekan
Akhir pekan 24-25 November 2007,
Disamping beristirahat dan bercengkerama dengan keluarga sebagaimana lazimnya seorang karyawan dan sedikit aktifitas miniwirausaha (masih sampingan), saya menyempatkan berkunjung ke rekan kerja di lokasi timur (cikampek) dan utara (rengasdengklok).
Alhamdulillah kedua rekan kenal tetangga yang memilki usaha dibidang jual beli ternak Sapi, Kambing dan Ayam. Kami berkesempatan berdiskusi dan berguru kepada dua pedagang yang dengan senang hati memberikan wejangan ilmu yang diperolehnya selama bertahun2 bergelut dg hewan ternak, tak jarang kerugian bahkan ditipu puluhan juta rupiah.
Rasanya tak mungkin bagi kami bisa memahami semua yang telah dijelaskan, karena sebagian besar ilmu hanya akan dipahami setelah memegang Ternaknya, sementara saya hanya pegang kambing yang kebetulan lewat rumah saja atau pas lebaran haji.
Baik pak Agus maupun mang ahmad kedua pedagang itu menawarkan kesanggupan untuk mensuplai ayam, kambing atau sapi secara rutin. bahkan mang ahmad sanggup mensuplai 100 ekor ayam kampung sehari. cuman masalahnya kedua pedagang tersebut kesulitan untuk mencari konsumen rumah makan, restoran yang sanggup membayar tunai saat delivery.
Kebanyakan pembeli termasuk restoran besar, misalnya dikirim 100 ekor ayam hanya bayar 30 ekor saja. pengiriman berikutnya misal 50 ekor ayam hanya dibayar 15 ekaor saja. Hari ke hari makin terjadi penumpukan modal, bahkan kalo tidak kirim tidak ada pembayaran. Model seperti ini banyak memakan korban pebisnis baru dengan modal terbatas dan istilahnya mereka sebut sistim 2-1, 3-1, 4-1 bahkan 5-1 artinya taruh lima bayar satu, kalo nggak naruh ya nggak dibayar.
Ini peluang yang menggiurkan sekaligus tantangan untuk mencari pembeli yng sanggup bayar tunai, karena umumnya kata mereka hampir semuanya modelnya kaya gitu bayar sebagian.
sanggupkah kita manfaatkan peluang itu ??
wassalam
krw, 26 nov 2007
Selasa, 2007 November 20
Inersia (kutipan)
Inersia
> Pernahkah Anda mendorong mobil yang mogok? Kebetulan saya
pernah. Berat sekali > pada awalnya. Baru setelah mobil mulai
bergerak, akan terasa ringan.
> Fenomena ini dijelaskan oleh Sir Isaac Newton dalam konsep "inertia"
> yang merupakan bagian penting dari hukum Newton tentang gerak. Apakah
> itu inersia? Karena saya bukan fisikawan, secara gampang saja, konsep
> inersia dapat dipahami dalam kalimat sebagai berikut: "bahwa benda yang
> diam akan cenderung diam, dan benda yang bergerak akan cenderung
> bergerak". Jadi sebuah benda yang dalam keadaan diam, akan cenderung
> mempertahankan keadaan diamnya. Itulah kenapa sebuah mobil yang diam
> memerlukan gaya yang lebih besar untuk dapat bergerak, dibanding ketika
> mobil tersebut sudah bergerak. Dan karena inersia juga,maka ketika Anda
> sedang melaju di jalan tol dengan kecepatan tinggi dan melakukan
> pengereman mendadak, maka tubuh Anda akan terdorong ke depan, karena
> tubuh Anda yang sedang bergerak maju akan cenderung mempertahankan
> gerak maju.
>
> Apa hubungannya dengan bisnis? Ternyata, konsep
> inersia tersebut tidak hanya berlaku untuk benda dan gerak benda, namun
> juga dapat dianalogikan kedalam bisnis dan gerak bisnis:
>
> Deperlukan "gaya" untuk dapat membuat bisnis yang diam mulai bergerak.
> Ini
> bukan gaya dalam pengertian "style", namun gaya yang dalam bahasa
> Inggrisnya disebut "force". Ketika Anda memulai bisnis dari nol, maka
> usaha Anda dapat diibaratkan seperti sebuah benda diam. Yang sesuai
> hukum Newton, akan mempertahankan keadaan diamnya. Seperti halnya
> mendorong mobil dalam keadaan diam tadi. Makanya Anda tidak perlu
> heran, pada tahap awal bisnis, memang dibutuhkan force yang besar untuk
> membuat bisnis Anda mulai bergerak. Demikan juga Anda yang sudah
> memiliki bisnis yang sudah bergerak dengan kecepatan yang bagus, harus
> dijaga jangan sampai bisnis mengalami perlambatan atau bahkan berhenti.
> Karena, nantinya akan butuh gaya yang besar untuk membuatnya bergerak
> kembali.
>
> Percepatan bisnis Anda dipengaruhi oleh besarnya "massa" bisnis Anda.
> Dalam
> pengalaman keseharian, jelas lebih sulit mendorong truk dibanding motor
> misalnya. Karena massa truk yang lebih besar, maka dibutuhkan gaya yang
> lebih besar untuk membuat truk bergerak atau berubah kecepatannya.
> Demikian juga, semakin besar bisnis Anda, perlu gaya yang lebih besar
> untuk membuat bisnis Anda yang semula diam menjadi bergerak, ataupun
> membuat bisnis mengalami percepatan (perubahan kecepatan). "Gaya" tadi
> kalau dalam bisnis dapat berupa sumber daya manusia, waktu, modal, dsb.
>
>
> Inilah kenapa dalam berbisnis selain mempertahankan
> kecepatan kita juga harus menjaga "massa" atau ukuran bisnis kita.
> Ketika bisnis Anda sudah bergerak, maka dengan ukuran bisnis yang
> semakin besar, Anda akan memperoleh percepatan yang lebih baik. Tidak
> salah makanya jika Anda melakukan eskpansi atau penambahan ukuran
> bisnis Anda, ketika sudah memperoleh kecepatan yang bagus. Sebaliknya,
> ketika bisnis Anda terhenti, untuk mempermudah agar bergerak kembali,
> salah satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan mengurangi "massa"
> nya terlebih dahulu, supaya gaya yang diperlukan untuk membuat bisnis
> Anda bergerak kembali tidak terlalu besar.
>
> Gerak bisnis Anda adalah resultant dari beberapa gaya yang
mempengaruhi bisnis Anda.
> Ketika
> Anda melempar sebuah bola ke depan, mengapa bola tidak terus bergerak
> lurus ke depan, namun bergerak melengkung dan jatuh ke bumi? Jawabannya
> karena selain terpengaruh gaya dorong lemparan yang Anda lakukan, bola
> juga terpengaruh gaya gravitasi yang menarik bola ke bumi. Demikian
> sebuah mobil yang dipasang rem tangan, akan sulit sekali di dorong,
> karena selain gaya dorong yang berlaku, ada gaya gesek dari rem tangan
> yang sangat kuat. Mungkin Anda merasa sudah memberikan "gaya dorong"
> yang sangat kuat kepada bisnis Anda, namun bisnis Anda masih tidak mau
> bergerak. Maka Anda harus memeriksa, mungkin ada "gaya-gaya" lain yang
> mempengaruhi bisnis Anda. Yang bisa jadi bahkan berlawanan dengan gaya
> dorong Anda. Seperti halnya gaya gesek rem tangan tadi.
>
> Saya
> bahkan sempat mengalaminya. Dulu saya pernah mati-matian berjualan
> sebuah software online trading yang sangat bagus. Namun, bisnis saya
> tidak dapat bergerak, karena regulasi pada waktu itu tidak memungkinkan
> software yang saya jual untuk segera digunakan. "Gaya" yang saya
> berikan dalam bentuk modal, tenaga kerja, infrastruktur dan waktu,
> kalah dengan gaya gesek dari regulasi yang lebih kuat. Namun hal ini
> tidak selalu dalam pengertian negative. Misalnya, pengalaman saya
> belakangan dalam menjual software tools untuk membantu perusahaan
> menerapkan pengelolaan infrastruktur IT. Meskipun "gaya" yang saya
> kerahkan tidak sebesar sebelumnya, namun hasilnya justru jauh lebih
> baik. Usaha saya menggelinding dengan mudah. Ini karena ada faktor
> "gaya" lain yang positif, yaitu semakin banyaknya perusahaan yang
> menerapkan "best practice" pengelolaan IT, baik karena regulasi,
> ataupun dalam rangka good governance. Ini mirip mendorong mobil di
> jalanan menurun, menjadi ringan karena dibantu gaya gravitasi. Mungkin
> Anda punya contoh lain?
>
> Dalam keadaan bergerak, bisnis Anda akan sulit berhenti.
> Bisnis
> yang sudah jalan akan cenderung berjalan, kecuali ada gaya yang
> membuatnya berhenti. Ketika sebuah mobil sudah melaju kencang,
> sekalipun Anda matikan mesinnya, akan terus berjalan. Tentu saja hingga
> ada gaya yang membuatnya berhenti, misalnya gaya gesekan dari roda,
> gesekan rem, dsb. Makanya ketika bisnis sudah berjalan dengan baik,
> sebetulnya memiliki momentum untuk melaju dengan lancar. Dengan
> demikian tugas kita sebagai pemilik bisnis sesungguhnya adalah
> memastikan bahwa tidak ada gaya yang dapat memperlambat atau
> menghentikan laju bisnis kita. Contohnya, suatu ketika bisnis Anda
> kebanjiran order, tapi ternyata Anda tidak punya SDM yang cukup, atau
> Anda tidak mampu membeli bahan baku karena modal kerja Anda habis untuk
> investasi aktiva tetap, dsb. Dalam hal ini, akibat pengelolaan
> sumberdaya yang tidak sejalan dengan percepatan usaha, maka usaha yang
> sedang berjalan bagus tiba-tiba seperti direm mendadak.
>
> Terakhir,
> pelajaran yang paling penting untuk diingat adalah, bagi Anda yang
> masih diam belum berani mencoba berbisnis. Ingat prinsip inersia.
> Semakin Anda diam, semakin berat nanti Anda untuk menggerakkan bisnis
> Anda. Dan ketika Anda sudah mencoba, maka gerak sekecil apapun akan
> membuat gerak bisnis berikutnya menjadi lebih mudah. (FR)
>
>
>
> dikutip dari://fauzirachman to.blogspot. com

